jump to navigation

Computer Display 10 November 2009

Posted by agunghardiansyah in Hardware Komputer, Info Komputer.
trackback
INFO
Computer Display
Computer display juga sebuah komponen PC yang penting. Dan salah satu komponen output yang wajib dimiliki.
  Selain komponen-komponen utama di dalam PC case, ada juga beberapa komponen penting yang berada di luar PC case. Beberapa output device tentunya sudah akrab dalam penggunaan PC seharihari. Monitor sebagai output visual, printer dalam bentuk cetak, dan speaker untuk output audio. Di antara output device untuk PC, monitor menjadi salah satu yang penting dan (hampir) mutlak penggunaannya. Interaksi pengguna dan output display pun menjadi yang memiliki intensitas paling lama digunakannya. Untuk output computer display pun pilihannya cukup beragam. Namun untuk pembahasan kali ini, akan dibatasi lebih fokus pada perangkat yang lebih banyak digunakan. Sebetulnya masih ada beberapa alternatif lain untuk computer display. Katakanlah seperti projector, TV,
dan seterusnya.
CRT
Cathode Ray Tube (CRT) adalah jenis pertama yang diperkenalkan digunakan untuk PC. Keberadaannya juga masih banyak sampai sekarang. Tidak hanya untuk mon
itor, teknologi ini juga populer digunakan pada televisi. Penamaan cathode ray tube sendiri secara teknis mengacu pada digunakannya tabung hampa udara, yang dilalui sinar sebelum akhirnya menghasilkan cahaya pada sisi tabung yang kita lihat. Bagian-bagian utama pada CRT dapat dilihat pada gambar di bagian bawah.

Liquid Crystal Display (LCD)

yang akan dibahas kali ini lebih terbatas pada LCD monitor yang digunakan pada PC. Display yang satu ini semakin sering kita temukan. Keuntungan utamanya adalah ukurannya yang tipis, dan kebutuhan daya listrik yang juga menurun drastis dibandingkan CRT. Itulah sebabnya jenis display ini lebih menguntungkan untuk dimanfaatkan pada perangkat dengan catu daya baterai. Utamanya pada perangkat bergerak. Pada PC, jenis computer display
satu ini sering digunakan pada notebook dan mobile PC lainnya.

Performa Sebuah Computer Display
Harga untuk sebuah monitor memang cukup beragam. Namun, tetap ada beberapa penilaian yang menentukan performa dan kualitas dari sebuah monitor. Beberapa hal yang perlu yang dipertimbangkan akan kami uraikan. Berikut adalah beberapa keterangan yang dapat dengan mudah didapatkan pada spesifi kasi sebuah produk computer display:
Luminance
Luminance adalah tingkat intensitas cahaya yang dapat dihasilkan. Dalam satuan SI (International System of Units/satuan internasional) dinyatakan dalam satuan candela per meter persegi (Cd/m²). Variabel yang satu ini sering dinyatakan sebagai contrast ratio pada beberapa spesifikasi monitor, ataupun perangkat display lainnya. Angka ini akan menentukan sebagaimana “terang” gambar yang dapat dihasilkan. Untuk jenis LCD, akan dipengaruhi dengan viewing angle (sudut pandang). Tidak semua LCD monitor akan memiliki intensitas cahaya yang sama dari setiap sudut pandang. Sebetulnya juga berlaku pada CRT, namun dengan perbedaan yang tidak terlalu signifi kan. Ini juga akan menentukan, seberapa nyaman display dapat terlihat, dengan tingkat pencahayaan ruang yang beragam. Sebagai contoh: jika tingkat luminance kurang, gambar yang dihasilkan display akan tidak terlihat, dibandingkan pantulan sumber cahaya pada layar monitor.
Ukuran
Diagonal layar menjadi patokan ukuran untuk kebanyakan display monitor PC. Namun, ada beberapa perbedaan dasar pengukuran yang digunakan. Ada yang mangacu pada diagonal layar yang dapat terlihat (viewable size). Ada
juga yang mengacu pada diagonal sisi layar secara keseluruhan. Untuk display dengan ukuran besar hal ini akan terasa perbedaannya. Namun untuk kebanyakan ukuran monitor, yang relatif kecil (di bawah 20 inci), perbedaanya akan cukup terasa. Diagonal size ini juga akan berpengaruh dengan resolusi maksimal yang mampu dihasilkan. Demikian juga dengan jarak antar dot. Penjelasan selanjutnya lihat pada dot pitch dan display resolution.

Dot Pitch
Dot pitch menyatakan jarak antar-phospor dot (CRT) atau sel pada LCD dari warna yang sama (R, G, B). Dinyatakan dalam milimeter. Secara garis besar, makin kecil dot pitch, gambar yang dapat ditampilkan akan semakin rapat dan halus (sharper). Namun, bukan berarti sebuah display dengan dot pitch yang lebih besar akan serta merta memiliki tampilan yang lebih baik. Masih ada beberapa variabel lain yang perlu diperhatikan.
Response Time
Variabel ini sangat berpengaruh penting pada LCD monitor. Response time adalah waktu yang dibutuhkan sebuah pixel dari state active- inactive-kembali ke active lagi. Dinyatakan dalam satuan ms (millisecond). Semakin kecil
response time, semakin baik untuk sebuah LCD monitor. Artinya, semakin cepat waktu transisi yang dibutuhkan tanpa menghasilkan artifact saat menampilkan frame baru. Sebuah LCD monitor dengan response time yang lambat, akan menghasilkan gambar buram di sekitar tampilan benda yang bergerak dengan cepat. Kebanyakan monitor LCD terkini memiliki response time pada kisaran 8-16 ms. Beberapa produk mengklaim memiliki response time 2 ms. Angka ini biasanya didapat dengan mengukur pixel dari state blackto- white (ideal rise time). Sayangnya untuk sebuah LCD monitor, waktu untuk berubah state dari white-to-black (down time) akan lebih lama dibandingkan rise time.
Display Resolution
Seiring perkembangan teknologi display, tidak hanya pada computer display, juga untuk televisi, terdapat beragam makna untuk hal ini. Intinya adalah resolusi dari vertikal dan horizontal yang ditampilkan. Sudut pandang dari mata, menyebabkan nilai standar untuk display resolusi juga mengalami perubahan. Menyebabkan proposi perbandingan 4:3 mulai digeser dengan paradigma tampilan 16:9, yang sering disebut dengan wide screen. Beberapa standar resolusi display juga mulai diberlakukan istilahnya untuk pe rangkat mobile dengan layar mungil. Perbandingan dan
keterangan selanjutnya dapat dilihat pada gambar.
Refresh Rate
Adalah jumlah gambar ditampilkan dan teriluminasi pada layar secara utuh dalam 1 detik. Dinyatakan dalam satuan Hz. Hal ini berbeda dengan pengertian frame rate. Frame rate menyatakan jumlah frame (dengan gambar yang berbeda) yang ditampilkan dalam 1 detik. Dinyatakan dalam frame per second (fps). Ilustrasi yang dapat menjelaskan secara sederhana perbedaan keduanya adalah sebagai berikut. Dengan mengambil contoh pada movie projector. Katakanlah sebuah fi lm memiliki frame rate 24 fps. Namun, setiap frame akan ditampilkan pada layar sebanyak 2-3 kali. Hasilnya gambar dari fi lm dengan 24 fps akan ditampilkan di layar sebanyak 48 kaliatau 72 kali. Maka movie projector tersebutakan memiliki refresh rate sebesar 48 Hz atau72 Hz, tergantung pada berapa kaliframe yangsama ditampilkan pada layar.Pada PC, terkadang jumlah frame rateyang dihasilkan lebih besar daripada refresh rate yang digunakan. Dalam hal ini, V-sync digunakan.
V-sync Rate
Vertical synchronization (v-sync) rate adalah waktu yang dibutuhkan untuk merender gambar
dalam 1 frame. Dihitung saat horizontal lineterbawah berhasil di tampilkan, sampai denganframe baru mulai ditampilkan pada horizontalline teratas.Biasanya hal ini lebih tergantung pada output dari graphic controller pada PC.
Display Output Interface
Keragaman interface yang digunakan juga semakin beragam. Seiring dengan keragaman standar gambar yang diperlukan. Inilah jenis interface yang masih marak digunakan, dan akan digunakan di masa mendatang.

VGA Outputs (D-Sub)
Ini adalah standar output yang paling popular digunakan sebelum digital interface DVI (Digital Visual Interface). Di sini VGA memiliki pengertian yang sedikit berbeda. Bukan video graphics array, melainkan video graphics adapter. Nama lain dari VGA output adalah D-Sub 15. Dikarenakan karena bentuknya yang mirip dengan huruf D dan jumlah pin sebanyak 15 buah.
DVI Outputs
Mulai diperkenalkan sejak tahun 2004, pada kebanyakan produk video card. Kecuali untuk beberapa produk segmentasi value. Jika masih menggunakan display analog, untuk dapat memanfaatkannya diperlukan adapter untuk convert dari output DVI menjadi VGA/D-Sub.
Composite Video
Anda mungkin mengenalnya sebagai jack RCA (Radio Corporation of America). Output video jenis yang satu ini sebenarnya sudah lama dikenal terlebih dahulu. Dahulu biasanya digunakan pada TV dengan perangkat pendukung lainnya. Seperti VCR, game console, dan seterusnya. Sinyal video akan dihantarkan melalui kabel sederhana.Hasilnya, koneksi ini hanya mampu menghasilkansinyal analog dengan resolusi yangrendah, untuk ukuran sekarang. Kurangcocok untuk katakanlah menampilkantampilan dengan tulisan layaknya padalayar monitor.Namun masih cukup memadaiuntuk kebutuhan dengan televisilainnya, seperti game console, atau resolusistandar defi nition video lainnya.
S-Video (a.k.a. S-VHS)
Dikenal dengan interface S-Video (SuperVideo) atau Super VHS. Masih juga untuksinyal analog video, yang juga terlebih dahulusudah dimanfaatkan pada teknologi industri televisi.
Component Video
Output video jenis ini menggunakan tigacoaxial jack yang terpisah. Dinamakan “Y”,“Pb”, dan “Pr”. Masing-masing me ngiriminformasi warna yang berbeda untukstandar HDTV (high defi nition television).Meskipun masih termasuk koneksi dengansinyal analog, namun kualitas yang mampudihasilkan sudah cukup baik, mendekatiyang diberikan output VGA. Dengantersedianya sinyal warna yang terpisah danresolusi yang cukup tinggi.Dengan dibutuhkannya tiga port untukjack coaxial, ukurannya biasa terlalu besaruntuk memungkinkan terintegrasi dengankatakanlah sebuah video card. Biasanyaakan dihadirkan dalam rupa sebuah dongleyang terpisah. Dongle ini juga terkadangdisertai bersamaan dengan port untuk SVideo ataupun koneksi lainnya.
HDMI
High Definition Multimedia Interface(HDMI) adalah standar masa depan yangmulai banyak ditemukan di produk terbarukelas atas. Interface yang satu ini dapatmenghantarkan output video dan jugaaudio dalam satu kabel. Standar HDMIsebetulnya diciptakan untuk diterapkanpada penggunaan home entertainment.Tetapi dengan high defi nitions dan highsecure format, format ini juga diadopsipada industri PC.HDMI adalah standar interface untukkoneksi yang dikembangkan oleh gabunganHitachi, Panasonic, RCA, Silicon Image,Sony, dan Toshiba sejak tahun 2002.Maraknya penggunaan interface HDMIsemakin berkembang sebagai koneksistandar untuk HDTV. Tidak hanya untukperangkat consumer electronic, juga padaPC. Tidak aneh jika interface yang satu inimulai dapat ditemukan pada video cardbahkan motherboar dengan graphic controlleryang terintegrasi.Interface digital ini, bersama dengan DVI,adalah standar interface yang digunakanoleh HDCP (High-bandwidth Digital ContentProtection). HDCP adalah standarisasispesifi kasi yang diciptakan oleh Intel, untukproteksi DRM (digital right management)konten digital audio dan video.
Keterangan lebih lanjut dapt dilihat di:
http://en.wikipedia.org/wiki/Cathode_ray_tube
http://en.wikipedia.org/wiki/Liquid_crystal_display
http://en.wikipedia.org/wiki/Display_resolution
http://www.plasma.com/classroom/what_is_hdmi.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/HDCP

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: